Jumat, 03 Juni 2016

Penyandraan 10 WNI oleh Abu Sayyaf




1.    KRONOLOGI & TANGGAL KEJADIAN

·         Pada Sabtu 26 maret 2016 mendapatkan informasi dari counterparts di tawi tawi  telah ditemukan kapal berbendera Indonesia di perairan Laguyan. Laguyan merupakan wilayah kerja Gubernur Tawi Tawi Mindanao Selatan. Diketahui data kapal tersebut sbb:
           a. Nama kapal : TB BRAMA
           b. Call  Sign : YDB-4731
           c. IMO:9765407
           d. Kebangsaan:Indonesia
           e. Gross tonage: 198
           f. ABK : nihil.

·         Pada Minggu  27 Maret 2016 didapatkan info dari counterparts  kapal  tersebut ditemukan oleh 2 orangWNP ( saat ini masih dalam pendalaman oleh pihak police station languyan) dalam keadaan kosong. Di dalam tugboat tersebut masih penuh berisi bahan makanan yang diduga sebagai bekal perjalanan selama pelayaran. Belum diketahui motif serta keberadaan seluruh ABK yang on board di Tug Boat tersebut. Tug boat dalam pengawasan polisi Languyan tawi tawi.


·         Pada Senin 28 Maret 2016 didapatkan informasi dari counterpart tentang perkembangan kejadian TB Brama 12. Setelah adanya pihak Abu Sayaf Grup yang meminta uang tebusan sebesar 50 juta peso setara dengan Rp 15 miliar untuk 10 orang WNI yang tidak lain adalah ABK dari Tb Brama 12 melalui telepon yg ada dikapal kepada pemilik tugboat di Indonesia sehingga pemilik kapal segera menelpon Joel Mirasol sebagai operations manager of the world mariner Philippine di Manila.Adapun nama korban ABK yang teridentifikasi a.l:
           a.Peter b tonson
           b. Julian philip
           c. Alvian elvis peti.
           d. Mahmud.
           e.Surian syah.
           f. Surianto
           g. Wawan saputra.
           h. Bayu oktavianto
           i. Reynaldi.
           j Wendi raknadian

Bahkan telah dilaksanakan konfrontir berita dengan Indra (pimred detim.comby Hp didapati keterangan sbb :
Pada Sabtu malam, Joel Mirasol, Manajer Operasional, 
World Mariner Philippines-Manila ditelepon oleh pemilik Kapal Brama 12, kapal tongkang milik Indonesia.

Dalam pembicaraan per telpon tsb disampaikan kapal tongkang Brama 12 diserang oleh sekelompok bersenjata, dipercayai dari kelompok ASG (Abu Syayaf Group) dan kemudian secara paksa dibawa keseluruh 10 crew WNI dengan nama2 :
1. Peter b tonson
2. Julian Philip
3. Alvian elvis peti.
4. Mahmud.
5 Surian syah
6. Surianto
7. Wawan saputra.
8. Bayu oktavianto
9. Reynaldi
10.Wendi raknadian.

Sempat ada komunikasi dari salah seorang crew menggunakan telephone bernomor Taiwan yang menginformasikan mereka dibawa oleh kelompok bersenjata (mungkin) ke Sulu atau Basilan.
Kelompok tersebut meminta tebusan sebesar 50juta peso atau Rp 15 miliar kepada pemilik kapal.
Kapal tongkang sudah ditemukan oleh kepolisian Languyan, Tawi-tawi dalam keadaan kosong dan (sudah) dijarah.
Keseluruh WNI dibawa kelompok bersenjata dibawa kabur menggunakan boat milik pembajak.


2.      STRATEGI NEGARA DI BIDANG POLITIK & TNI

A.    TNI
Sekitar 500 personil militer telah terlibat dalam latihan pembebasan sandera di Tarakan sejak hari Minggu. Pasukan berfokus pada simulasi pembebasan sandera di darat dan di laut, ujar komandan Angkatan Darat Komando Cadangan Strategis (Kostrad), Letjen. Edy Rahmayadi, yang memimpin pelatihan tersebut. PPRC terdiri dari anggota unit pasukan khusus dari berbagai kesatuan TNI, termasuk Kopassus, Kopaska, Denjaka dan Paskhas.

Lima kapal perang, tiga helikopter dan pesawat militer CN-295 juga dikerahkan untuk operasi ini tambah Edy.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan sepuluh orang Indonesia yang disandera tersebut diyakini berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mereka ditahan bersama dengan sandera dari negara-negara lain seperti Belgia, Kanada dan Norwegia.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan pihak Indonesia sedang menunggu panggilan dan otorisasi untuk menyerang. Dikatakannya, TNI dengan senang hati memberikan bantuan kepada Filipina, termasuk bantuan personel dan persenjataan, guna membebaskan para sandera dan melumpuhkan Abu Sayyaf.

B. POLITIK
 Strateginya adfalah pemerintah melakukan komunikasi penyandraan oleh abu sayyaf dan melakukan  langkah diplomatis serta pendekatan intelejen agar dapat membebaskan WNI yang disandra abu sayyaf.


3.      PENDAPAT SAYA

Jika kejadian ini terulang kembali seharus nya pemerintah Indonesia harus lebih tegas menghadapi pembajakan yang sering terjadi kepada Negara dan warga Indonesia.

Pemerintah harus lebih tegas untuk memberi keputusan dalam masalah pembajakan di Negara Indonesia yang sering terjadi, dan memberi pelajaran kepada kelompok pembajak agar mereka tau Indonesia mampu melawan dan agar Negara Indonesia lebih di segani.

Terutama kepada seluruh TNI Angkatan Laut maupun Angkatan Darat harus lebih waspada untuk menjaga di setiap perairan dan daratan Indonesia agar tidak terjadi kembali pembajakan di Negara Indonesia ini.

Jadi seharusmya lebih ditingkatkan lagi keamanan di negara kita agar tidak terjadi lagi hal hal yang seperti pada diatas. Karna menjaga keamanan negara merupakan tugas bagi Tim Militer di negara kita.
Dan juga mungkin harus lebih ditingkatkan lagi kualitas sumber daya atau senjata yang akan digunakan untuk mengatasi pembajakan warga negara Indonesia.





  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar