Kisah Anak Penjual Koran di Kota Kupang
Dino adalah seorang penjual koran yang usia nya
masih sangat muda. disaat anak anak yang lain seusianya bermain namun tidak
dengan Dino. Karena di usianya yang masih sangat kecil ia harus berjualan koran
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk biaya sekolah. Sesudah pulang dari sekolah
sekitar jam 12 atau jam 1 siang, Dino akan beristirahat dulu di rumah dan
kemudian sore nya mulai berjualan koran di Kota Kupang. Dino tidak pernah iri
melihat teman teman seusianya bermain saat ia berjualan koran.
Namun beberapa tahun
terakhir, penjual koran anak di Kupang sempat dihubungkan dengan sindikat yang
mempekerjakan anak. Hal itu membuat stigma negatif muncul ketika melihat
anak-anak penjual koran yang berkumpul di persimpangan lampu merah untuk
menjual koran. Rasa kemanusiaan “sedikit’ berkurang karena stigma yang lebih
dulu melekat ini. Jika harus membeli dan membantu, sebagian besar bukan karena
iba, tetapi terpaksa.
Faktor Ekonomi : Karena
tuntutan ekonomi , Dino harus berjualan koran di Kota Kupang untuk memnuhi
kebutuhan sehari-hari
Faktor Psikologis : Dino
tidak pernah iri dengan teman sebaya nya yang asik bermain sedangkan Dino harus
berjualan koran.
Sumber :
https://www.kompasiana.com/arnoldasyeradoe/58ff6f06f57e617540f61565/sebuah-cerita-anak-penjual-koran-di-kota-kupang
Sumber :
https://www.kompasiana.com/arnoldasyeradoe/58ff6f06f57e617540f61565/sebuah-cerita-anak-penjual-koran-di-kota-kupang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar