Hak Asasi Manusia atau disingkat
“HAM” merupakan hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia yang
didapatkan sejak lahir dimana secara kodrati HAM
sudah melekat dalam diri manusia dan tak ada satupun orang yang
berhak menggang gugugat karena HAM bagian dari anugrah Tuhan, itulah keyakinan yang
dimiliki oleh manusia yang sadar bahwa kita semua makhluk ciptaan Tuhan yang
memilik iderajat yang sama dengan manusia yang
lainnya sehingga mesti berhak bebas dan memiliki martabat serta hak-hak secaras ama.
Hak Asasi Manusia adalah prinsip-prinsip
moral atau norma-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia,
dan dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota.
Contoh Berita :
Merdeka.com - Kasus hilangnya Angeline (8) diketahui publik setelah pihak keluarga membuat Fanpage "Find Angeline - Bali's Missing Child" di Facebook. Dalam sekejap, kabar hilangnya Angeline menyebar ke seluruh Indonesia.
Masyarakat Indonesia bersimpati dan ikut mencari. Fanpage Angeline pun dibanjiri ucapan doa agar bocah cantik itu bisa ditemukan. Angeline hilang pada media Mei 2015.
Terakhir kali Angeline terlihat pada 16 Mei di halaman rumahnya Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar, Bali. Setelah itu pihak keluarga mengumumkan hilangnya Angeline lewat media sosial. Poster-poster bergambar Angeline juga disebar sampai pelosok Bali. Berharap Angeline segera ditemukan.
Tiga hari setelah Angeline hilang, pihak keluarga baru melaporkan kasus ini ke Polsek Denpasar Timur. Kemudian dilakukan pencarian Angeline besar-besaran. Tak hanya di Bali, pencarian diperluas hingga Banyuwangi dan NTB.
Polisi juga menggeledah rumah tinggal Angeline. Pada penyelidikan awal, tidak ada titik terang. Polisi sempat kesulitan mengusut kasus ini karena keluarga sempat menghalang-halangi.
Publik saat itu sempat menaruh curiga dengan Ibu tirinya, Telly Margareith. Sebab, sang ibu terkesan menutup-nutupi kasus hilangnya Angeline. Bahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat berkunjung ke rumah Angeline ditolak dan diusir.
Dari sinilah kecurigaan muncul. Menteri Yohana berang karena tak diperkenankan masuk ke rumah Angeline.
Setelah melakukan pencarian selama dua pekan lebih, hilangnya Angeline terjawab. Angeline ternyata tewas dibunuh dan dikubur di dekat kandang ayam rumah milik ibu tirinya sendiri.
Angeline ditemukan berawal dari kecurigaan polisi. Ada gundukan tanah di bawah kandang ayam dekat pohon pisang. Kemudian polisi membongkar gundukan tanah tersebut.
"Angeline sudah kita temukan dalam keadaan sudah tiada. Sejauh ini sejumlah saksi yang terlibat kita mintai keterangan termasuk ibu asuhnya," ungkap Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie di Denpasar, Rabu (10/6) kemarin.
Dalam hitungan jam, polisi akhirnya dapat membongkar kasus ini. Sementara pelaku utama dalam tewasnya Angeline adalah satpam di rumah Margareith, Agustinus Tai atau dikenal dengan panggilan Agus.
Secara sadis, Agus menghabisi Angeline dengan cara mencekik. Angeline diketahui juga mengalami pelecehan seksual.
Polisi masih mengembangkan kasus ini. Apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tewasnya Angeline.
Masyarakat Indonesia bersimpati dan ikut mencari. Fanpage Angeline pun dibanjiri ucapan doa agar bocah cantik itu bisa ditemukan. Angeline hilang pada media Mei 2015.
Terakhir kali Angeline terlihat pada 16 Mei di halaman rumahnya Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar, Bali. Setelah itu pihak keluarga mengumumkan hilangnya Angeline lewat media sosial. Poster-poster bergambar Angeline juga disebar sampai pelosok Bali. Berharap Angeline segera ditemukan.
Tiga hari setelah Angeline hilang, pihak keluarga baru melaporkan kasus ini ke Polsek Denpasar Timur. Kemudian dilakukan pencarian Angeline besar-besaran. Tak hanya di Bali, pencarian diperluas hingga Banyuwangi dan NTB.
Polisi juga menggeledah rumah tinggal Angeline. Pada penyelidikan awal, tidak ada titik terang. Polisi sempat kesulitan mengusut kasus ini karena keluarga sempat menghalang-halangi.
Publik saat itu sempat menaruh curiga dengan Ibu tirinya, Telly Margareith. Sebab, sang ibu terkesan menutup-nutupi kasus hilangnya Angeline. Bahkan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise saat berkunjung ke rumah Angeline ditolak dan diusir.
Dari sinilah kecurigaan muncul. Menteri Yohana berang karena tak diperkenankan masuk ke rumah Angeline.
Setelah melakukan pencarian selama dua pekan lebih, hilangnya Angeline terjawab. Angeline ternyata tewas dibunuh dan dikubur di dekat kandang ayam rumah milik ibu tirinya sendiri.
Angeline ditemukan berawal dari kecurigaan polisi. Ada gundukan tanah di bawah kandang ayam dekat pohon pisang. Kemudian polisi membongkar gundukan tanah tersebut.
"Angeline sudah kita temukan dalam keadaan sudah tiada. Sejauh ini sejumlah saksi yang terlibat kita mintai keterangan termasuk ibu asuhnya," ungkap Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie di Denpasar, Rabu (10/6) kemarin.
Dalam hitungan jam, polisi akhirnya dapat membongkar kasus ini. Sementara pelaku utama dalam tewasnya Angeline adalah satpam di rumah Margareith, Agustinus Tai atau dikenal dengan panggilan Agus.
Secara sadis, Agus menghabisi Angeline dengan cara mencekik. Angeline diketahui juga mengalami pelecehan seksual.
Polisi masih mengembangkan kasus ini. Apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus tewasnya Angeline.
Komentar
tentang kasus Angeline:
Menurut saya, tentang kasus ini adalah sangatlah
melanggar undang-undang perlindungan anak karena semua anak kecil baik bayi,
batita, maupun balita wajib di jaga dan dihidupi secara baik dan penuh kasih
sayang. Di dalam kasus ini Angeline posisinya dibunuh secara sengaja dan
mayatnya di simpan disuatu tempat dalam jangka waktu berhari-hari yang tidak
terjangkau oleh warga.
Saya tidak setuju. Karena apa? Karena anak kecil
yang seperti Angeline patut untuk
disayangi dan dikasihi penuh cinta dan tidak diperlakukan seperti ini yang
dibunuh secara tragis karena anak seperti Angeline tidak mengerti arti
kehidupan yang sangatlah kejam. Seharusnya, posisi Angeline itu di prioritaskan
karena anak seperti Angeline akan menjadi penerus bangsa. Jika kalau tidak ada
penerus bangsanya bangsa ini akan tersayat oleh kehancuran yang tiada tara.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar